Langsung ke konten utama

NYONGKOLAN

NYONGKOLAN

Gambar terkait 

Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta rombongan musik yang bisa gamelan atau kelompok penabuh rebana, atau disertai Gendang Beleq. Dalam pelaksanaannya, karena faktor jarak, maka prosesi ini tidak dilakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1-0,5 km dari rumah mempelai wanita.
Tujuan dari prosesi ini adalah untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat dimana mempelai perempuan tinggal, karena biasanya seluruh rangkaian acara pernikahan dilaksanakan di pihak mempelai laki-laki.
Sebagian peserta dalam prosesi ini biasanya membawa beberapa benda seperti hasil kebun, sayuran maupun buah-buahan yang akan bibagikan pada kerabat dan tetangga mempelai perempuan nantinya. Pada kalangan bangsawan urutan baris iring-iringan dan benda yang dibawanya memiliki aturan tertentu.
hingga saat ini Nyongkolan masih tetap dapat ditemui di Lombok, iring-iringan yang menarik masyarakat untuk menonton karena suara gendangnya ini biasanya diadakan selepas dhuhur di akhir pekan. apabila anda melakukan perjalanan antar kota di Lombok, maka bersiaplah untuk menghadapi kemacetan akibat Nyongkolan yang dapat anda temui sepanjang jalan, apabila di kahir pekan tersebut banyak digelar pernikahan.
sumber; https://id.wikipedia.org/wiki/Nyongkolan


Seiring perkembangan zaman, tradisi ini tidak lagi memegang kebudayaan leluhurnya. seperti iringan Gendang Beleq diganti dengan iringan musik Kecimol dengan perpaduan dangdut dan musik tradisionalnya yang serung sekali membuat kegaduhan dalam barisan arak-arakan nyongkolan ini. apalagi dengan adanya joget (penari wanita) di barisan paling depan grup musik Kecimol, menambah kegaduhan yang sangat bertentangan dengan budaya leluhur. banyak sekali fenomena yang kita liha saat ini, dimana budaya nyongkolan dijadikan ajang mabuk-mabukan, ajang memperlihatkan ilmu kebal dan tauran antar warga.

budaya ini sebenarnya sangat bagus, dengan tujuan yang jelas untuk mengenalkan pengantin kepada masyarakat agar dapat bersosialisasi dengan baik. oleh karna itu alangkah baiknya jik nilai-nilai budaya nyongkilan yang sudah ada tidak dirubah. dengan kembali menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang dulu dilakukan.
disamping masyarakat, pemerintah juga harus ikutserta dalam melestarikan budaya nyongkilan walaupun dengan cara mengadakan berbagai macam acara-acara yang berkaitan dengan budaya agar ciri khas suatu daerah tetap terlihat dengan jelas, karena budaya merupakan aset yang dapat meberikan kontribusi bagi daerah.

Komentar

  1. Kalau bukan kita generasi muda yang memperbaikinya siapa lagi..?
    Kebuasaan buruk itu harus segera dihilangkan

    BalasHapus
  2. Jangan sampai hilang tradisinyaaa....kereeen👍👍👍

    BalasHapus
  3. Jgn smpe tradisi nyongkolan sasak zaman skrg bnyakan negatifnya. Pelaksanaanya Harus sesuai dgn agama dan adat sasak

    BalasHapus
  4. Kita arus mengilangkan semua yang sudah membuat tradisi Nyongkolan ini menjadi tradisi yang kurang baik di mata orang luar.

    BalasHapus
  5. Lalu apa upaya suku sasak sndiri dalam meluruskan penyimpangan budaya tersebut? Tidakkah seharusnya sebagian besar suku sasak yg mengenal baik budaya geram akan hal tersebut?

    BalasHapus
  6. informasi yang bermanfaat jangan lupa adminnya secepatnya nyongkolah😂

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEATER TRADISIONAL AMAQ ABIR

TEATER TRADISIONAL AMAQ ABIR https://youtu.be/jy7ImZ61RD8 Teater Tradisional Amaq Abir adalah sebuah ritual tradisional yang berada di desa Mendna Raya kecamatan Keruak, Lombok Timur, teater tradisional ini merupakan seni teater yang diturunkan oleh nenek moyang yang ada pada zaman dahulu yang dipakai untuk menyebarkan agama Islam pada zaman penjajahan. seiring waktu Teater Tradisional Amaq Abir ini sendiri dilakukan untuk beroat (berobat dalam bahasa sasak) dan untuk menghibur masyarakat. Pertunjukan yang dengan iringan gamelan dan tarian para pemain yang menggunakan baju adat Lombok pada zaman dahulu dan memakai topeng yang karakternya berbeda-beda. ceritanya dibumbui dengan kata-kata dan gerak tubuh yang sangat lucu membuat masyarakat sangat senang menonton dan sangat merasa terhibur. Diakhir pertunjukan merupakan acara inti yakni, menyiapkan berbagai makanan (sesaji) disana merupakan ritual yang angat sakral, di desa kami meyakni dan ingin berusaha bahwa...

R.I.P KIM JONG HYUN

R.I.P JONGHYUN

PIAGAM GUMI SASAK

PIAGAM GUMI SASAK: MENJAGA, BUKAN MERUSAK KEBUDAYAAN SENDIRI Kita bisa ketahui bahwa sekarang, kebudayaan kita sudah bisa dibilang menyimpang  dari apa yang sebenarnya diwariskan oleh nenek moyang kita. seperti yang kita lihat sekarag Nyongkolan dipakai sebagai ajang mabuk-mabukan, Bau Nyale sebagai tempat berzina, Presean sebagai tempat berjudi atau taruhan, contoh diatas sangat memperihatinkan karna bukan orang luar melainkan orang-orang kita yang membuatnya seperti itu. oleh karna itu kita membutuhkan sesuatu yang bisa menyadarkan masyarakat yang sudah merusak kebudayaannya sendiri. Piagam Gumi Sasak ialah sebuag dokumen yang berisi kesepakatan bersama untuk menyambung, menegakkan, mengingatkan, dan menghidupkan kembali kebudayaan Sasak berdasarkan landasan atau pedoman yang sebenarnya. Drs. H. L. Agus Fathurrahman adalah pencetus sekaligus pelopor Piagam Gumi Sasak ini'. tokoh-tokoh pencetus Piagam Gumi Sasak ialah para sejarawan dan tokoh masyarakat yang leng...