PIAGAM GUMI SASAK: MENJAGA, BUKAN MERUSAK KEBUDAYAAN SENDIRI
Kita bisa ketahui bahwa sekarang, kebudayaan kita sudah bisa dibilang menyimpang dari apa yang sebenarnya diwariskan oleh nenek moyang kita. seperti yang kita lihat sekarag Nyongkolan dipakai sebagai ajang mabuk-mabukan, Bau Nyale sebagai tempat berzina, Presean sebagai tempat berjudi atau taruhan, contoh diatas sangat memperihatinkan karna bukan orang luar melainkan orang-orang kita yang membuatnya seperti itu.
oleh karna itu kita membutuhkan sesuatu yang bisa menyadarkan masyarakat yang sudah merusak kebudayaannya sendiri.
Piagam Gumi Sasak ialah sebuag dokumen yang berisi kesepakatan bersama untuk menyambung, menegakkan, mengingatkan, dan menghidupkan kembali kebudayaan Sasak berdasarkan landasan atau pedoman yang sebenarnya. Drs. H. L. Agus Fathurrahman adalah pencetus sekaligus pelopor Piagam Gumi Sasak ini'.
tokoh-tokoh pencetus Piagam Gumi Sasak ialah para sejarawan dan tokoh masyarakat yang lengalamikeresahan didalam hati mereka karna melihat kebudayaan suku Sasak tergerus oleh modernisasi dan masyarakat yang kurang sadar terhadap budaya sendiri. budaya barat yang kian merusak kd;am diri bahkan jiwa suku Sasak perlahan membuat suku Sasak lupak akan budaya mereka sendiri, dan mulai mengadopsi budaya barat yang bertentangan dengan warisan nenek moyang.
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertnggungjawabkan kepada Allah SWT, dan generasi mendatang. menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan kedalam pemikiran bangsa Sasak terhampar di Gumi Paer. simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jatidiri yang sebenarnnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai macam mencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jatidiri sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan Budaya dan Sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonilaisme dan iperialisme modern. hal itutelah membuat bangsa ini menjadi bangsa interior yang tak apu tegak dia ntara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak menguumkan Piagam Gumi Sasak sebagai berikut:
pertama: Berjuang bersama menggali dan menegakkan jati diri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan Budaya Sasak.
Kedua: Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembagnkan Khazanah intelektual Bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian, kebenaran, kepatutan dan keindahannya sesuai dengan roh Budaya Sasak.
ketiga: Berjunag bensama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak menggali karya-karya kebudayaan yang membaw bangsa Sasak mejadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan trdisioalistas.
keempat: Berjusng mersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengankejatidiriana yang kuat untuk menghadapi tantangan peadaban masa depan.
kelima. Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, berdatu dn berwibawa dslm bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta membekahi perjaalanan bangs Sasak menuju kemaslahtan umat manusia.
saat itu didaulatkan seorang tohoh sejarawanyang bernama Dr. Muhammad Fadjri yang diberikan hak untuk membacakan Piagam Gumi Sasak. ia didampingi oleh salah satu tokoh sastrawan yaitu Murahim M.Pd sebagai pembawa piagam. suasana penuh kehikmad pun semakin terjadi ketika lilantunkannya sebuah pernyataan "saya ingin merdeka dengan kebudayaan saya sendiri". yang membuat orang-orang seisi ruangan berdiri dan menangis karna terharu. artinya, rasa bangga masyarakat, dan tokoh-tokoh yang sealama ini tidak mengenal dirinya sendiri akhirnya menyadari bahwa inilah saatnya masyarakat Sasak memilih jatidirinya yang sebenarnya.


Tugas generasi mida adalah terus menjaga tradisi dan budaya tersebut. Agar piagam gumi sasak tidak hanya sekedar sebutan saja.
BalasHapusSemangat perjuangan๐๐
BalasHapusterharuuu bacanya๐๐
Pokoknya bangga jadi orang sasak, kita sebagai generasi muda harus bisa menjaga dan melestarikan budaya kita bukan malah merusak.
BalasHapusInfo yang sangat bermanfaat
BalasHapusWah. luar biasa. kembangkan.
BalasHapusInformasinya yang bermanfaat
BalasHapusSangat berani para tetua sasak melestarikan budaya dan mempertahankan gumi sasak. Salut!
BalasHapusTapi bagaimana dengan generasi muda suku sasak saat ini tg sudah terbawa arus oleh arus modernisasi dan dunia barat. Apakah mereka sendiri tahunakan hal ini? Mengenal baik piagam ini sebagai jati dirinya yg sebenrnya?
Semoga denagan adanya piagam guminsasak ini.. nilai2 leluh budaya sasak akan kembali seperti sediakalanya..
BalasHapusmantap ๐๐๐
BalasHapus