PIAGAM GUMI SASAK: MENJAGA, BUKAN MERUSAK KEBUDAYAAN SENDIRI Kita bisa ketahui bahwa sekarang, kebudayaan kita sudah bisa dibilang menyimpang dari apa yang sebenarnya diwariskan oleh nenek moyang kita. seperti yang kita lihat sekarag Nyongkolan dipakai sebagai ajang mabuk-mabukan, Bau Nyale sebagai tempat berzina, Presean sebagai tempat berjudi atau taruhan, contoh diatas sangat memperihatinkan karna bukan orang luar melainkan orang-orang kita yang membuatnya seperti itu. oleh karna itu kita membutuhkan sesuatu yang bisa menyadarkan masyarakat yang sudah merusak kebudayaannya sendiri. Piagam Gumi Sasak ialah sebuag dokumen yang berisi kesepakatan bersama untuk menyambung, menegakkan, mengingatkan, dan menghidupkan kembali kebudayaan Sasak berdasarkan landasan atau pedoman yang sebenarnya. Drs. H. L. Agus Fathurrahman adalah pencetus sekaligus pelopor Piagam Gumi Sasak ini'. tokoh-tokoh pencetus Piagam Gumi Sasak ialah para sejarawan dan tokoh masyarakat yang leng...
NYONGKOLAN Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta rombongan musik yang bisa gamelan atau kelompok penabuh rebana, atau disertai Gendang Beleq. Dalam pelaksanaannya, karena faktor jarak, maka prosesi ini tidak dilakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1-0,5 km dari rumah mempelai wanita. Tujuan dari prosesi ini adalah untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat dimana mempelai perempuan tinggal, karena biasanya seluruh rangkaian acara pernikahan dilaksanakan di pihak mempelai laki-laki. Sebagian peserta dalam prosesi ini biasanya membawa beberapa benda seperti hasil kebun, sayuran mau...